genteng rumah

Cara Menghitung Jumlah Genteng Rumah Secara dengan Mudah dan Tepat

Apa anda mengetahui dengan pasti jumlah genteng yang berfungsi sebagai atap rumah anda? Lalu untuk apa sebenarnya jika kita mengetahui jumlah pasti genteng yang kita gunakan sebagai atap rumah? Perhitungan dan pengetahuan secara pasti tentang jumlah genteng sebagai atap genteng rumah bukan hanya dibutuhkan ketika akan melakukan prosesi bangun rumah saja. melainkan juga dibutuhkan pada genteng harus diganti karena tak layak lagi digunakan, mulai mengalami kebocoran atau rusak.

Pengetahuan ini tak hanya harus dimiliki oleh para kontraktor dan pekerja bangunan saja. akan tetapi juga harus dimiliki oleh si penghuni rumah. Pengetahuan tentang jumlah genteng yang digunakan sebagai atap rumah dapat berguna jika sewaktu-waktu anda harus mengganti atap genteng anda. Ketika anda telah mengetahui jumlah pasti genteng rumah yang anda gunakan, secara otomatis akan membantu memudahkan pekerjaan dan dapat meminimalisasi pengeluaran anngaran renovasi rumah. Akan tetapi masih banyak sekali yang tidak mengerti cara tepat untuk menghitung jumlah genteng dengan benar. Berikut ini adalah cara-cara mudah yang digunakan agar anda bisa menghitung atap genteng rumah anda dengan mudah dan tepat :



  1. Melakukan Perhitungan Genteng Rumah Berdasarkan Luas Atap

Jumlah luas yang ada pada atap rumah anda bisa dijadikan acuan dalam perhitungan jumlah keseluruhan pada genteng rumah anda. Cara ini tergolong ke dalam teknik matematis dengan perhitungan logika. Pertama-tama anda harus mengetahui dengan pasti jumlah luas atap rumah anda untuk dapat mengetahui dengan jelas berapa jumlah genteng yang anda butuhkan dalam kegiatan bangun rumah. Agar lebih mudahnya, perhatikan contoh studi kasus berikut ini :

Jika luas atap rumah anda adalah 10 meter x 9 meter = 90 m2 pada tiap sisinya. Maka jumlah total luas atap menjadi 90 meter x 2 (jumlah pada sisi atap) = 180 m2. Jika anda akan menggunakan jenis genteng plentong / kodok (setiap 1 m2 berisikan 25 buah). Oleh karenanya jumlah genteng yang anda butuhkan adalah sebanyak 180 x 25 = 4.500 buah.

2. Menghitung Jumlah Genteng Rumah Berdasarkan Panjang dan Lebar Pondasi dan Teras Rumah

Panjang dan lebar pada pondasi bangun rumah juga dapat dijadikan patokan dalam perhitungan jumlah genteng pada bangun rumah anda. Perhatikan contoh kasus berikut ini :

Jika panjang dan lebar pada sebuah rumah adalah 9 meter dan 6 meter, maka luas = (9 + 1) x (6 + 1) = 70 m2. Dengan perhitungan tersebut, maka berapakah jumlah genteng yang dibutuhkan? Jumlah minimum genteng yang dibutuhkan adalah sejumlah 70 x 35 = 2450 buah genteng.

Kita juga perlu untuk melakukan perhitungan terhadap teras rumah, dengan perhitungan apabila luas teras = 5 meter x 4 meter = 20, maka 20 x 35 = 700 buah genteng. Jadi, total keseluruhan jumlah minimal genteng yang anda butuhkan adalah 3150 buah.

Perlu diingat pada saat pemesanan genteng rumah, sebaiknya jumlah yang dipesan sedikit dilebihkan. Misalnya jika anda membutuhkan 100 buah genteng, maka lebihkan menjadi 130 genteng atau sesuai dengan perkiraan anda. Hal ini berguna sebagai antisipasi apabila terjadi kebocoran, kerusakan, atau cacat pada genteng. Anda bisa menggantinya dengan sisa genteng yang sebelumnya telah anda lebihkan dalam pemesanannya.

Demikian beberapa kiat untuk menghitung jumlah genteng yang akan berguna bagi kegiatan bangun rumah, renovasi rumah, dan lainnya. Jika anda ingin berkonsultasi dengan kami penyedia jasa bangun rumah, renovasi rumah, dan desain rumah. Anda dapat menghubungi kontack yang tersedia dalam website ini. Terima kasih, semoga bermanfaat.

volume bangunan rumah

Tips Menghitung Volume Bangunan Rumah dengan Mudah

Ketika akan membangun sebuah rumah impian, alangkah baiknya jika anda memahami sedikit banyak seputar pembangunan rumah. Misalnya saja dalam hal perhitungan volume bangunan rumah yang akan didirikan. Mengapa hal tersebut dianggap perlu? Pengetahuan dan pemahaman tentang perhitungan volume bangunan rumah diperlukan agar anda dapat mengestimasikan anggaran biaya pembangunan rumah dengan tepat. Perhitungan ini juga diperlukan agar anda dapat mengefisienkan pengeluaran dalam anggaran membangun rumah idaman.

Saat ini kita bisa dengan mudah menggunakan program autocad untuk menghitung besaran volume bangunan rumah secara abstrak. Namun bagaimana dengan perincin pada volume material yang pendukung lainnya? Kita tahu bahwa dalam usaha membangun rumah diperlukan adanya beberapa material pokok semisal kayu, besi, beton, dan lain sebagainya. Semua material pendukung ini berada diluar perihitungan program autocad dan hanya bisa dihitung secara manual. Dengan demikan dalam menghitung jumlah volume bangunan rumah akan lebih rinci dan efisien.  Karenanya dalam melakukan perhitungan volume bangun rumah perlu mengacu pada perhitungan volume material yang akan digunakan. Berikut contoh ilustrasi perhitungan volume bangun rumah :



  1. Cara Menghitung volume Beton

Dalam tata cara perhitungan volume beton biasanya menggunaka satuan m3 (meter per kubik). Apabila sebuah beton dengan ukuran 0,25 meter x 0,25 meter dengan ukuran tinggi 3 meter, maka volume beton tersebut ialah 0,25 meter x 0,25 meter x 3 meter = 0,1875 m3.

2. Cara Menghitung Volume Besi

Perhitungan volume besi untuk bahan bangunan rumah umumnya menggunakan sistem perhitungan satuan kilogram. Berikut contoh cara perhitungan pada volume besi :

Apabila sebuah kolom dengan ukuran tinggi 3 meter dan memiliki 4 buah besi berdiameter 10 meter yang digunakan sebagai tulang utama dari suatu bangunan rumah, maka :

Volume besi beton sebanyak 4 buah x 3 meter = 12 meter.

Catatan : jika berat besi memiliki ukuran diameter 10 / meter = 0, 00065 x (10×10)

Pada umumnya panjang besi yang dijual dipasaran per satuannya adalah sepanjang 12 meter. Jika ingin mengonversikan satu batang besi ke dalam satuan kilogram (kg) maka rumus yang digunakan adalah = 12 meter dikalikan berat besi setiap meternya.

3. Menghitung Volume Kayu

Tata cara perhitungan volume kayu untuk bangunan rumah adalah sebagai berikut :

Sebuah balok kayu yang berukuran 8 / 12 dengan rentangan sepanjang 6 meter dan mempunyai volume sebesar 0,08 x 0,12 x 6 = 0,0576 meter kubik (m3). Maka kayu yang dibutuhkan adalah sejumlah 6 : 4 = 1,5 batang kayu.

4 Cara Perhitungan Volume Kaca

Jika suatu jendela mempunyai ukuran kaca yakni 60 cm x 150 cm, maka volume pada kaca sama dengan 0,6 meter x 1,5 meter = 0,9 m2. Cara lain yang dinilai lebih praktis adalah dengan menggunalkan volume kaca yang dihitung dengan satuan unit.

5. Menghitung Timbunan dan Galian

Perhitungan dalam hal galian dan timbunan secara umum dihitung dalam satuan m3 (meter kubik). Maka apabila hendak melakukan pekerjaan galian pada lahan dengan luas 6 meter x 12 meter dengan ukuran tinggi timbunan tanah sebesar 2 meter. Dengan demikian hasil perhitungan volume tanah adalah 6 x 12 = 72 meter perkubik.

Demikian beberapa contoh cara udah dalam menghitung volume material ketika hendak mendirikan sebuah bangunan rumah. Semoga dapat bermanfaat dan dapat banyak membantu bagi anda yang sedang berupaya untuk membangun rumah impian untuk hunian anda