biaya cor rumah

Menghitung Biaya Cor Rumah

Menghitung Biaya Cor Rumah – Kita semua tentu memahami bahwa harga property kini semakin hari semakin tinggi nilai jualnya. Terlebih lagi jika rumah atau tanah yang dibeli dengan sistem kredit bank. Faktor yang melatarbelakangi semakin tingginya harga rumah salah satunya adalah karena semakin tingginya harga bahan dasar material bangun rumah dan biaya jasa pekerja bangunan. Sehingga tidak mengherankan jika saat ini banyak orang yang mengambil alih sendiri pekerjaan pembangunan rumah miliknya.

Tak terkecuali dalam hal perhitungan biaya pembangunan rumah. Dengan cara perhitungan sendiri, diharapkan mampu meminimalisasi anggaran pengeluaran dalam kegiatan bangun rumah. Dalam artikel ini secara khusus akan membahas tentang cara menghitung biaya cor rumah dengan tepat.

Salah satu aspek dalam kegiatan bangun rumah yang dapat diminimalisasikan pengeluaran anggarannya adalah dari sisi pembangunan cornya. Berikut adalah beberapa tips mengenai cara perhitungan anggaran biaya cor rumah dengan tepat :



  1. Tentukan Volume Cor Rumah
    Salah satu hal yang paling esensial dalam aktivitas pengecoran rumah ialah perhitungan volume lantai rumah. Hal tersebut tentunya didasarkan pada perhitungan dalam satuan kubik. Sehingganya rumus yang digunakan dalam perhitungan volume cor ialah sebagai berikut :

Volume = Panjang x Lebar x Tebal / Tinggi

Catatan : Tinggi / Tebal pada contoh di atas biasanya senila 0, 12 yang diperoleh dari konversi tebal standar 12 cm plat lantai. Pada umumnya digunakan dalam pengecoran plat lantai atau dak rumah atau ruko. Perhatikan contoh berikut :

Panjang = 10 meter
Lebar = 17, 5 meter
Tebal Plat = 0,12 meter (12 meter)
Pada bagian tiang baloknya diasumsikan telah selesai dilakukan pengecoran.
Dengan demikian perhitungan volume cor menjadi =

Volume = 10 x 17, 5 x 0,12 = 21 meter per kubik

Pertanyaannya adalah berapakah truk mixer yang mestinya dipesan secara khusus untuk lahan cor dengan jumlah volume sebagaimana contoh di atas ?

Catatan = truk mixer berisikan campuran bahan yang digunakan dalam aktivitas pengecoran

Maka rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :

Total Volume : 7 atau jumlah truk mixer ukuran kecil = Total Volume : 3 = Jumlah Truk Mixer Ukuran Besar

Maka :
21 : 7 = 3 truk mixer ukuran besar atau 21 : 3 = 7 truk mixer dengan ukuran kecil

Contoh perhitungan tersebut belum termasuk biaya perhitungan material lain seperti paku, papan, bata merah, dan lain sebagainya.

2. Gunakanlah Besi Beton yang Kokoh

Dalam kegiatan bangun rumah penggunaan beton yang kuat secara otomatis akan lebih efisien dan hemat biaya hingga waktu yang lama dibandingkan dengan penggunaan beton berkualitas rendah yang gampang rapuh.

3. Melakukan Pemastian Terhadap Adukan Semen dan Pasir
Dalam aspek ini sepertinya anda harus turun langsung untuk meninjau di lapangan dengan melakukan pemeriksaan terhadap komposisi campuran / adukan semen dan pasir. Hal ini dilakukan dalam rangka memastikan penggunaan bahan baku bangun rumah dilakukan dengan efisien dan terukur. Pencampuran bahan baku dengan komposisi yang tepat juga akan berpengaruh pada hasil serta kualitas bangunan yang baik. Terutama dari sisi pengeluaran anggaran biaya yang dibutuhkan.

4. Konsultasi dengan Ahlinya
Pada aspek ini anda harus melakukan pendekatan dengan ahli di bidang pengecoran rumah. Misalnya dengan arsitek atau bahkan bisa juga dengan pemborong atau pekerja bangunan. Siapa saja yang anda anggap mumpuni dalam bidang ini, maka jangan ragu untuk meminta saran dan konsultasi.

biaya cor rumah Biaya Cor Rumah

5. Gunakan Jasa Pekerja Bangunan dengan Sistem Borongan
Pada aspek ini adalah bagian eksekusi yang teramat penting dalam aktivitas bangun rumah terutama dalam melakukan pengecoran. Sebaiknya anda menggunakan jasa pengecoran rumah dengan sistem pekerja borongan. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan profesionalitas serta efisiensi anggaran biaya cor rumah.