Tips Melakukan Renovasi Rumah Type 36

renovasi rumah type 36

Renovasi rumah type 36 adalah desain rumah yang cocok untuk kalangan masyarakat menengah ke bawah. Bentuknya yang mungil dan minimalis sangat cocok untuk ditempati oleh keluarga kecil, untuk rumah kost, dan juga dijadikan sebagai lahan investasi. Rumah type 36 secara umum memiliki spesifikasi dua kamar tidur, dua kamar tamu, ruang keluarga (tengah), halaman depan, dan satu kamar mandi.
Meskipun mungil dan terkesan mudah dalam merawatnya, namun rumah minimalis ini juga ternyata membutuhkan perawatan seperti pada kebanyakan rumah lainnya. Perawatan yang dapat dilakukan tentu bisa berupa renovasi rumah. Atau jika anda menginginkan desain rumah type 36 yang sesuai dengan keinginan, anda perlu memperhatikan hal-hal berikut ini.

Desain Renovasi Rumah Minimalis Type 36
Sebelum melakukan renovasi rumah, sebaiknya anda perlu memahami kondisi exiting bangun rumah yang hendak di renovasi. Hal ini dilakukan agar anda dapat merencanakan tahapan dalam merenovasi dengan baik. Berikut beberapa hal yang harus anda pahami dan perhatikan sebelum renovasi rumah type 36 :

    1. Perhatikan terlebih dahulu kondisi rumah yang hendak direnovasi berkenaan dengan kekuatannya. Apakah rumah anda cukut kokoh dalam waktu yang ditentukan sesuai perencanaannya. Apabila dirasa tidak cukup kuat, maka dirasa perlu untuk melakukan pekerjaan tambahan terhadap pondasi bangun rumah agar rumah anda memiliki kekukatan struktur yang kokoh. Dengan ini rumah anda akan menjadi semakin kokoh tanpa khawatir berseiko mengalami keretakan, kemiringan, dan lain sebagainya.
    2.  Anda juga perlu memperhatikan seperti apa kolom praktis pada rumah. Apakah anda menggunakan kolom beton serta spesifikasi besi yang kuat? Apabila anda tidak menggunakannya, maka sebaiknya akan jauh lebih baik jika dilakukan perbaikan lebih dulu pada bagian kolomnya. Hal ini diperlukan agar dapat menghasilkan sebuah bangun rumah yang kokoh.
    3. Perhatikan juga kondisi yang ada pada dinding rumah anda. Prosesi bangun rumah yang terlalu mengejar target, terlalu terburu-buru, dan tidak memperhatikan kualitas bangunan akan berdampak pada hasil yang tidak memuaskan. Terutama pada dinding rumah anda. Anda perlu memperhatikan adukan semen dan pasir, serta penyusunan batu bata atau batako, dan hal teknis lainnya. Semuanya demi hasil pekerjaan bangun rumah yang baik dan berkualitas.
    4. Anda perlu memperhatikan kondisi atap rumah, mengingat atap rumah dengan type 36 seringkali memakai atap beton yang menggunakan rangka kayu. Sebelum merenovasi rumah, anda juga perlu meneliti terlebih dahulu apakah atap anda berpotensi terjadi kebocoran. Perhatikan pula penyesuaian antara atap rumah dan desain rumah ketika hendak melakukan renovasi. Hal yang terpenting adalah jangan sampai terjadi kebocoran yang akan membuat atap plavon menjadi bocor.
    5. Perhatikan kondisi lantai dengan pertimbangan potensi kenaikan air pada saat hujan ataupun banjir. Pertimbangan ini berkaitan dengan elevasi rencana renovasi pada lantai apakah diperlukan untuk dinaikkan dengan melihat kondisi potensi kenaikan air ketika banjir ataupun turun hujan.
    6. Perhatikan ketinggian plafond
      Ketika anda menaikkan elevasi lantai secara otomatis akan berdampak pada berkurangnya ketinggian plafond. Hal tersebut mengakibatkan ruangan menjadi nyaman karena jarak antara lantai dengan plafond terlalu rendah.

Renovasi Rumah Type 36 Renovasi Rumah Type 36

Selain dari beberapa point pertimbangan sebelum melakukan bangun rumah atau renovasi rumah type 36 di atas, anda juga bisa mendapatkan informasi atau referensi berkaitan dengan hal-hal yang perlu dilakukan atau diperhatikan dalam mempersiapkan renovasi bangunan khususnya rumah. Demikian artikel singkat tentang merenovasi rumah type 36, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *